Sabtu, 27 Desember 2014

RESENSI NOVEL EDENSOR ( ILMU BUDAYA DASAR DENGAN KESUSASTRAAN)

RESENSI NOVEL EDENSOR ( ILMU BUDAYA DASAR DENGAN KESUSASTRAAN)
 
NAMA : Hot.Parulian.Christian.Edo
NPM     : 1521 4013
Tugas  : Ilmu Budaya Dasar
Dosen  : ARY NATALINA

RESENSI NOVEL EDENSOR


Judul : Edensor
Pengarang : Andrea Hirtaa
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Tahun Terbitan : 2007
Tebal Buku : xii + 290 halaman
Harga : RP. 44.500,00
Ukuran Buku : 20,5 cm x 14 cm

Edensor
 adalah Seorang Anak Indonesia yang suka berpetualang dan mempunyai mimpi berkeliling dunia.Ceritanya tidak membosankan. Pembaca akan cepat-cepat menyelesaikan membaca novel ini untuk kemudian berpindah ke novel berikutnya.

“Semuanya telah kami rasakan, dalam kemenangan manis yang gilang gemilang dan kekalahan getir yang paling memalukan, tapi selangkah pun kami tak mundur, tak pernah. Kami jatuh, bangkit, jatuh lagi, dan bangkit lagi” (hal 280).
Ketika negeri ini tengah dilanda berbagai persoalan kebangsaan yang pelik, hadirlah sebuah novel yang menggugah, yaitu Edensor, sebuah novel petualangan yang mengajarkan semangat hidup.Edensor merupakan novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Edensor dalam penulisannya dibagi dalam lima mozaik, di mana setiap mozaiknya memuat cerita yang berbeda-beda. Namun secara umum Edensor banyak bercerita tentang masa-masa SMA Ikal dan Arai, aktivitas setelah mereka lulus dari SMA, aktivitas saat mereka kuliah di Prancis, dan pengalaman petualangan mereka menaklukkan benua Eropa dan sebagian Afrika.
Ikal dan Arai adalah dua saudara tidak sekandung. Arai diasuh oleh keluarga Ikal karena ibu bapaknya meninggal. Keduanya menjadi saudara yang kompak, konyol, dan nakal, namun cerdas. Keduanya selalu bersama baik ketika masih SMA maupun setelah mereka bekerja di Jakarta. Saat kuliah keduanya berpisah. Ikal di Jakarta dan Arai di Kalimantan. Keduanya bertemu kembali ketika tes beasiswa di Jakarta dan akhirnya bersama-sama berangkat kuliah di luar negeri.  
Mozaik pertama bercerita tentang awal kelahiran Ikal. Konon saat melahirkan Ikal, sang ibu sengaja mengulur-ulur waktu walaupun sakit sudah dirasakan. Bahkan ibunya sampai membentak dukun beranak Mak Birah: “Coba kau tengok baik-baik jam weker itu, Rah! Tunggu sampai jarum panjangnya lewat angka dua belas! Aku ingin anak ini lahir tanggal 24 Oktober! Tidakkah kau dengar maklumat di radio?! 24 Oktober adalah hari berdirinya perserikatan bangsa-bangsa, PBB! Hari yang penting. Aku ingin anak ini jadi juru pendamai seperti PBB!” (hal 16).
Mozaik kedua berisi tentang keberangkatan Ikal dan Arai ke Prancis dan kerepotan mereka mencari asrama mahasiswa serta kekonyolan mereka “mengerjai” petugas penghubung antara mahasiswa dari seluruh dunia yang belajar di Prancis dengan Universitas Sorbonne. Petugas itu disuruh mengucapkan namanya sendiri berulang-ulang. Tujuannya hanya satu, yaitu agar Ikal dan Arai dapat mendengar sengau orang Prancis. Maurent Le Blanch menjadi Morong LeBlang (hal 80-84). Ternyata sengau dapat menjadi identitas seseorang.
Mozaik ketiga berkisah tentang aktivitas kuliah dan kehidupan Ikal dan Arai di Prancis, tentang pergulatan Ikal dengan teori-teori ekonomi, dan tentang “teman dalam cinta” Ikal bersama Katya. “Kami menikmati daya tarik turning a friend into a lover, mengubah teman menjadi kekasih, ternyata proses itu menyenangkan” (hal 127).
Mozaik keempat bercerita tentang petualangan Ikal dan Arai dalam menaklukkan benua Eropa-Afrika. Petualangan mereka diawali dengan cerita Ikal dan Arai yang terdampar di sebuah desa Rusia. Sebagai orang yang sedari kecil telah lekat dengan kesusahan dan kehidupan yang keras, tampaknya kesulitan dalam perjalanan menaklukkan Eropa dan Afrika justru dianggap sebagai pengalaman yang tidak terlupakan. “Di Syzran nasib yang paling sial menghadang. Kami ditangkap polisi karena dianggap mengganggu. Inspektur yang mulutnya berbau Vodka itu marah. Ia menghantam perutku dengan popor Kalashnikov. Arai melompat ingin melindungiku, kopral menghantam tengkuknya dengan gagang pistol Glock. Ia tersungkur, wajahnya menabrak kaki meja” (hal 198-199). Perjuangan keduanya mengarungi Eropa sangat heroik dan dramatis. Tanpa peta, kompas, dan uang sepeser pun mereka rela makan buah plum mentah serta daunnya, atau melamar menjadi pemetik zaitun.
Mozaik kelima berkisah tentang akhir dari petualangan Ikal dan Arai menaklukkan Eropa-Afrika. Ternyata petualangan keduanya merupakan pertandingan yang telah disepakati sebelumnya dengan teman-teman mereka. Semua peserta akan bertemu di Spanyol. Namun, sebelum ke Spanyol, Ikal dan Arai sempat singgah di Sisilia, Tunisia, dan Zaire. “Aku dan Arai telah menunggu lebih dari setengah jam di Kafe Nou CamP, bersebelahan dengan official store Barcelona Football Club” (hal 270).  

Kelebihan dari buku ini yaitu kemampuan penulis menggambarkan tokoh-tokoh dalam novel Edensor yang dapat sangat kuat sehingga membuat pembaca terbawa dalam cerita ini. Dan novel ini juga dapat membawa pembaca seakan-akan mengalami sendiri pertiwa-peristiawa yang terjadi di novel ini.
Edensor sangat cocok bagi siswa SMP,SMA dan universitas yang dapat memotivasi semangat belajar mereka. Karena dapat memotivasi semangat belajar mereka. Karena novel ini menceritakan Ikal dan Arai yang tidak menduga kalau mereka dapat beasiswa untuk belajar ke Perancis, Eropa. Dan juga semangat penulis yang kokoh walau diterjang penderitaan. Dan Penulis sepertinya mengharapkan para pembaca agar mencontoh watak tokoh utama dalam mengarungi kehidupan.
Nilai-nilai sosial yang dapat dipetik dari buku ini adalah semangat juang dua orang laki-laki yang berkibar-kobar demi menempuh pendidikan dan pencarian cinta mereka.
Kekurangan dari novel ini adalah banyaknya istilah-istilah dan kalimat-kalimat yang sulit dimengerti oleh pembaca, seperti pada istilah Gracias senor dan la niege au sahara. Dan pada kalimat “…. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang dan terurai…..”.
Dan pada akhir cerita yang membuat kita penasaran, novel ini hanya menceritakan ketika ikal menemukan desa khayalan A-Ling, Edensor. Bukan ikal bertemu dengan A-Ling. Sehingga rasanya kita diwajibkan membaca novel keempat Andrea Hirata, Marymah Karpov yang merupakan novel kelanjutan dari Edensor. Novel ini menceritakan tentang seorang wanita yaitu A-Ling

PELANGGARAN KEADILAN DI INDONESIA


 
NAMA : Hot.Parulian.Christian.Edo
NPM     : 1521 4013
Tugas  : Ilmu Budaya Dasar
Dosen  : ARY NATALINA

Hilangnya Keadilan Sebagai Bentuk Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, begitulah bunyi sila kelima Pancasila. Sila yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia. Keadilan di Indonesia memang masih sulit diwujudkan. Banyak kasus ketidak adilan dialami warga negara Indonesia di dalam negaranya sendiri yang notabene merupakan negara hukum. Berikut salah satu contoh kasus dimana keadilan menjadi satu hal yang sangat samar yang diambil dari harian terkemuka Indonesia: 

Sandal Jepit Menjepit Keadilan Sosial 

Perbuatan mencuri memang tidak baik dan diperkenankan dalam banyak norma sosial dan budaya. Cilakanya ini menimpa pada anak-anak yang masih harus dilindungi dan tidak bisa dikriminalkan (sebisanya). Kriteria anak pun menurut konvensi-konvensi yang ada yaitu seseorang yang berumur di bawah 18 tahun. Semoga saja masih ada hati nurani dalam hukum di negeri kita. 

Kasus sandal jepit ini bermula Mei lalu saat Briptu Ahmad Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulteng, mengaku kehilangan sandal merek Eiger di rumah kostnya di jalan Zebra. Saat itu, Briptu Rusdi menuduh AAL yang kebetulan lewat saat dia mencari sandalnya. AAL ketika itu masih pelajar SMP. 

Atas tuduhan ini, AAL mengelak, tapi Briptu Rusdi tetap menuduh bahkan memanggil rekannya di bagian Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng Briptu Simson J Sipayang untuk ikut mengionterogasi. Karena AAL terus mengelak, keduanya lalu memukul AAL. 

Tak tahan dipukuli, AAL kemudian mengaku pernah menemukan sandal jepit merek Ando sekitar 25 km dari kamar kos Briptu Rusdi. Entah mengapa, sandal jepit ini yang kemudian digunakan Briptu Rusdi untuk menyeret AAL ke pengadilan. 

Di pengadilan pun terjadi dialog agak aneh saat hakim maupun pengacara menanya Briptu Rusdi dari mana dia yakin bahwa sandal jepit tersebur miliknya. Saat itu Briptu Rusdi menjawab ada kontak batin. Saat hakim meminta Briptu Rusdi mencoba sandal tersebut, tampak jelas sandal itu kekecilan untuk kaki Briptu Rusdi yang besar. 

Atas kejadian pemukulan anaknya , Ebert Nicolas Lagaronda ayah AAL kemudian melaporkan Briptu Rusdi dan Briptu Simson ke Divisi Propam Polda Sulteng. Briptu Rusdi sempat meminta laporan ini dicabut, tapi orang tua AAL tetap meneruskan laporannya, berikut bukti visum. 

Untuk kasus penganiayaan ini, Briptu Simson telah dijatuhi hukuman kurungan 21 hari dan penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun dalam sidang Kode Etik dan Disiplin yang digelar Divisi Propam Polda Sulteng, Rabu (28/12/2011). Adapun Briptu Rusdi masih menjalani sidang disiplin. 

Rencananya, pengacara AAL juga akan memerkarakan Briptu Rusdi ke pengadilan umum untuk kasus penganiayaan anak dibawah umur. "Bukti visumnya ada, dan putusan dari majelis kode etik juga sudah ada. Jadi kami siap memperkarakan penganiayaan ini," kata Syahrir Zakaria, salah seorang pengacara AAL. 

Sumber: Kompas.com 

Berbagai tanggapan bermunculan mengecam kasus yang menimpa seorang anak yang harus diseret ke meja hijau hanya karena sandal jepit. Salah satu potret penegakan hukum di Indonesia. Di mana keadilan terasa begitu samar. Salah seorang blogger ikut menanggapi masalah ini dengan menulis: 

Impotensi Hukum di Negeri Begajul 

Jelas sekali tebang pilih, dan impotensi peradilan di negeri begajul. Tak bisa membedakan apa yang bisa diselesaikan secara wajar dan tidak. Kasus korupsi jelas akan selalu dapat di selamatkan karena ada yang bisa di bagi, sementara jika sandal jepit, seekor ayam, biji jambu di ladang, jelas tidak bisa di bagi dan dijadikan nominal di rekening bank. Masih beruntung ada banyak masjid yang ketika Jumatan atau shalat berjamaah ada yang kehilangan sandal dan tidak menuntut apa-apa, di ikhlaskan, meski harus pulang tanpa alas kaki. Namun tempat ibadah juga kadang menjadi komoditas dalam perijinan yang seringkali menjadi kasus dan ramai dibicarakan bahkan menjadi penyulut kerusuhan. Sulit memang menentukan sesuatu ke dalam kategori waras dalam wacana negeri yang hukumnya impoten namun memiliki libido luar biasa untuk menindas atas nama pembagian nominal rekening bank. 

Sumber: http://suryaden.com/brain-damage/keadilan-sandal-jepit

APA ITU ILMU BUDAYA DASAR ?

ILMU BUDAYA DASAR


 
NAMA : Hot.Parulian.Christian.Edo
NPM     : 1521 4013
Tugas  : Ilmu Budaya Dasar
Dosen  : ARY NATALINA

TUGAS BAB I
APA ITU ILMU BUDAYA DASAR ?

Ilmu Budaya Dasar adalah MKDU (MATA KULIAH DASAR UMUM). Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang wajib diberikan kepada seluruh mahasiswa di setiap Perguruan Tinggi.

1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Pengertian Ilmu Budaya Dasar menurut para ahli :
1. Menurut Herskovits, ilmu budaya dasar adalah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
2. Menurut Andreas Eppink, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
3. Menurut Edward Burnett Tylor, ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
4. Selo Sumarjan dan Soelaeman soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat
5. Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir

Menurut saya sebagai mahasiswa, Ilmu Budaya Dasar adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari pengetahuan dasar dan juga mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
ILMU BUDAYA DASAR – BASIC HUMANITIEST(in English) – HUMANUS( bahasa latin)

2. Tujuan kita mempelajari Ilmu Budaya Dasar
-Tujuan kita sebagai mahasiswa aktif dalam mempelajari Ilmu budaya Dasar adalah untuk mengembangkan pola berpikir kita terhadap kebudayaan. Sehingga kita lebih peka terhadap lingkungan budaya tempat kita tinggal.
-Memberi kita pandangan yang lebih luas dan leih rinci terhadap masalah kemanusiaan dan kebudayaan.
-Memperlancar komunikasi kita sebagai mahasiswa yang akan melanjutkan/menjadi TULANG PUNGGUNG NEGARA di masa mendatang.
   3. Ruang Lingkup ILMU BUDAYA DASAR
a.  Aspek kehidupan yaitu masalah-masalah kebudayaan yang akan dikaji di Ilmu Budaya Dasar
b. Manusia, sebagai objek dari kebudayaan
Manusia menempati posisi sentral sebagai objek pengkajian dalam mata Ilmu Budaya Dasar. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
-Manusia dan cinta kasih
-Manusia dan keindahan
-Manusia dan penderitaan
-Manusia dan keadilan
-Manusia dan pandangan hidup
-Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
-Manusia dan kegelisahan
-Manusia dan harapan

HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DAN KESUSASTRAAN



HUBUNGAN ILMU BUDAYA DASAR DAN KESUSASTRAAN

NAMA : Hot.Parulian.Christian.Edo
NPM     : 1521 4013
Tugas  : Ilmu Budaya Dasar Dan Kesusastraan
Dosen  : ARY NATALINA

Ilmu Budaya Dasar adalah MKDU (MATA KULIAH DASAR UMUM). Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang wajib diberikan kepada seluruh mahasiswa di setiap Perguruan Tinggi.
 Sedangkan Kesusastraan berasal dari kata “sastra”.
Menurut KBBI “Sastra” adalah “karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”.
 Menurut Wellek dan Warren (1989) sastra adalah sebuah karya seni yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. sebuah ciptaan, kreasi, bukan imitasi
2. luapan emosi yang spontan
3. bersifat otonom
4. otonomi sastra bersifat koheren(ada keselarasan bentuk dan isi)
5. menghadirkan sintesis terhadap hal-hal yang bertentangan
6. mengungkapkan sesuatu yang tidak terungkapkan dengan bahasa sehari-hari.

Menurut saya sebagai Mahasiswa Sastra bukan hanya seni berbahasa saja namun sebuah kecakapan atau kemempuan kita dalam berbahasa yang menggunakan nilai sastra didalamnya. Berbagai pengalaman kehidupan dapat dituangkan dalam karya sastra. Sastra dapat memberikan ketenangan dan kesenangan/kenikmatan bagi para pembacanya. Namun juga dalam membaca karya sastra kita bisa mendapat ketegangan (Suspense). Dengan membaca karya sastra maka kita akan mendapat wawasan yang luas.


Bentuk sastra antara lain adalah Drama, Prosa dan puisiKetiganya punya peranan sendiri-sendiri jika dikaitkan dengan Ilmu Budaya Dasar.

A.    ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN DRAMA
Drama sebagai karya pentas melibatkan unsur-unsur teater antara lain :

-Dekorasi pentas
-Komposisi pentas baik yang berkenaan dengan bahan bergerak maupun bahanstatis
-Tata pakaian
-Tata rias
-Tata Sinar 
-Tata bunyi atau latar belakang bunyi
 .
Dengan drama kita sebagai penikmat karya sastra dapat melihat pertunjukan-pertunjukan yang indah dan memiliki makna.

B.     ILMU BUDAYA DASARYANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA DAN PUISI
Puisi dipakai sebagai media sekaligus sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasan yang terdapat di dalam Ilmu budaya Dasar.
Dengan membaca Prosa dan Puisi maka pembaca akan mendapatkan :
-          Kesenangan
-          Informasi
-          Warisan Cultural
-          Keseimbangan Wawasan

Menurut saya sebagai Mahasiswa kita perlu mengembangkan karya sastra dalam berbudaya. Karena dengan Sastra kita dapat berkomunikasi dengan sesame manusia lain. Dan juga sastra memberikan kesenangan, informasi, dan juga wawasan bagi para pembacanya.


SUMBER:
Follow : @edokedong